BAB I
A.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Secara
umum, Ulumul Qur’an merupakan salah satu dari ilmu kajian dalam agama islam
yang harusnya wajib diketahui oleh seorang muslim. Untuk itu, penulis merasa
perlu menuliskannya pada makalah ini untuk menambah pengetahuan kita dan untuk
memenuhi mata kuliah kami yaitu Ulumul Qur’an
di IAIN Padangsidimpuan pada jurusan Bimbingan dan Konseling Islam.
Rumusan Masalah
Makalah ini akan
membahas mengenai pengertian Ulumul qur’an, nama-nama Al-Qur’an, serta proses
turunnya Al-Qur’an yang mana di dalamnya dijabarkan secara umum.
Tujuan Penulisan
Dari penulisan makalah
ini diharapkan kepada kita agar dapat memahami mengenai “Ulumul Qur’an“. Pengetahuan
tentang judul yang telah disebutkan tadi diharapkan dapat menjadi lebih mudah
untuk dipahami setelah makalah ini diselesaikan.
Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Diturunkan kepada Nabi Muhammad
melalui Malaikat Jibril. Kitab terakhir ini merupakan sumber utama ajaran Islam
dan pedoman hidup bagi setiap Muslim. Al-Qur’an bukan sekedar memuat petunjuk
tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur hubungan manusia
dengan sesamanya ( Hablum min Allah wa
hablum min an-nas), serta manusia dengan alam sekitarnya. Untuk memahami
ajaran Islam secara sempurna (kaffah),
diperlukan pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam
kehidupan sehari-hari secara sungguh-sungguh dan konsisten.
Al-Qur’an merupakan mukjizat
terbesar nabi Muhammad SAW. Diturunkan dalam bahasa Arab, baik lafal maupun uslub-nya. Suatu bahasa yang kaya kosa kata dan sarat makna. Kendati
Al-Qur’an berbahasa Arab, tidak berarti semua orang Arab atau orang yang mahir
dalam bahasa Arab, dapat memahami Al-Qur’an secara rinci. Al-Qur’an adalah
kitab yang agung, memiliki nilai sastra yang tinggi. Meskipun diturunkan kepada
bangsa Arab yang lima belas abad lalu terkenal dengan jiwa yang kasar.
Al-Qur’an mampu meruntuhkan dominasi sya’ir-sya’ir sastrawan Arab, hingga tidak
berdaya dihadapan Al-Qur’an.
Kitab suci Al-Qur’an sebagai pedoman umat Islam harus dipahami dengan
benar. Hasbi Ash-Shidieqi menyatakan untuk dapat memahami Al-Qur’an dengan
sempurna, bahkan untuk menterjemahkannya sekalipun, diperlukan sejumlah ilmu
pengetahuan, yang disebut Ulumul Qur”an.[1]
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
‘Ulumu Al-Quran
[2]Ungkapan
“Ulumu Al-Quran” berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata yaitu
“Ulumu dan “Al-Quran”. Kata “ ulumul” merupakan bentuk jamak dari kata “ilmu”.
Ilmu yang dimaksud ddi sini, sebagaimana didefinisikan Abu Syahbah adalah
sejumlah materi pembahasan yang dibatasi
kesatuan tema atau tujuan, sedangkan Al-Quran, sebagaimana didefinisikan
ulama ushul, ulama fiqih, dan ulama bahasa, adalah “kalam Allah yang diturunkan
kepada Nabi –Nya, Muhammad, yang lafazh-lafazhnya mengandung mukjizat, dan
tulis pada mushaf, mulai dari awal surat Al-fatiha [1] Sampai akhir Surat
An-Nas [114]. Dengan demikian, secara bahasa, ‘Ulumu Al-Quran adalah ilmu
(pembahasan-pembahasan) yang berkaitan dengan Al-Quran.
Adapun defenisi ‘Ulumu Al-Quran secara istilah, para
ulama memberikan redaksi yang berbeda-beda, sebagaimana dijelaskan berikut ini.
1. Menurut Manna’
Al-Qaththan:
اَلْعِللْمُ الَّذِئْ يَتَنَاوَلُ اْلأَابَحَاثَ
اْلمُتَعَالِّقَةَ بِاْقُرْآنِ مِنْ حَيْثُ مَعْرِفَةِ أَسْـبَابِ اِلنًّزُوْلِــ
وَجَمْعِ اْلقُرْآنِ وَتَرْتِيْبِةِ وَمَعْرِفَةِ اْلمِكِّيِّ وَالمَدَ
نِيِّ وَالنَّا سِـخِ وَالمَنْسُوخِ وَاْلمُحْكَمِ وَاْ لمُتَشَـا بِهِ
إِلَئ غَيْرِذَلِكَ مِمَّلَهُ صِلَةٌ بِاْ لقُرْآنِ.
Artinya :
“Ilmu yang mencangkup
pembahasan-pembahasan yang berkaitan dengan Al-Quran dari sisi informasi
tentang asbab an-nuzul (sebab-sebab turunya Al-Quran) kodofikasi dan tartib
penulisan al quran dan ayat ayat yang di turunkan di meakah (makkiyyah) dan ayat ayat yang
turunkan di madinah (madaniyyah), dan hal hal lain yang berkaitan dengan Al-Quran”.
2.
Menurut Az Zaqani:
مَبَاحِثُ تَتَعَلَّقُ
بِاْلقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ مِنْ نَاحِيَةِ نُزُوْلِهِ وَتَرْتِيِبِهِ وِجَمْعِهِ وَكِـتَابَتِهِ
وَقِرَاءَتِهِ وَتَفْـسِيْرِهِ وَاِعْجَازِهِ وَنَا سِخِهِ وَمَنْسُوْ خِهِ
وَدَفْعِ الشُّبَهِ عَنْهُ وَنَحْوِذَلِكَ.
Artinya
:
“Beberapa
pembahasan yang berkaitan dengan Al-Quran dari sisi turun urutan penulisan,
kodifikasi, cara membaca, kemukjijatan, nasik, mansuk dan penolakan hal hal
yang bisa menimbulkan keraguan terhadapnya, serta hal-hal lain”
Walaupun
dengan redaksi yang sedikit agak berbeda, definisi definisi diatas mempunyai
maksud yang sama. Baik AL-Qaththan, Al-Zarqani, sepakat bahwa Ulum Al-Quran
adalah adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-qur’an, dan
pembahasan itu menyangkut materi materi yang selanjutnya menjadi pokok-pokok
bahasan Ulum Al-Qur’an yang pembahasannya akan diutarakan nanti.
Mengenai kemunculan istilah Ulum Al-Qur’an untuk pertama kalinya, para
penulis menyatakan bahwa istilah ini muncul pada abad VI H. Oleh abu al-fajr
bin Al-Jauji. Pendapat ini disitir pula oleh Asy-Suyuthi dalam pengantar kitab
Al-itqan. Al-Zarqani menyatakan bahwa istilah itu muncul pada awal abad V H.
Melalui tangan Al-Hufi (w. 430 H) dalam karyanya yang berjudul Al-Burhan fi
Ulum Al-Quran.
[3]Analisis
lain dikemukakan oleh Abu Syahbah. Dengan merujuk kepada kitab Muqaddimatani
fi Ulum Al-qur’an yang dicetak tahun 1954 dan di edit oleh Arthur Jeffri,
seorang orientalis kenamaan, Syahbah berependapat bahwa istilah Ulum Al-Qur’an
muncul dengan ditulisnya kitab Al-Mabani fi Nazhm Al-Ma’ani yang ditulis tahun
425H (Abad V H). Sayangnya, penulis kitab itu belum ditemukan sampai sekarang.
Kitab yang hasil cetakannya mencapai 250 halaman itu menyajikan
pembahasan-pembahasan tentang tentang makki-madani, Nuzul al-qur’an, kodifikasi
al-qur’an, penulisan dan mushaf, penolakan terhadap berbagai keraguan
menyangkut pengodifikasi Al-Qur’an dan penulisan mushaf, jumlah surah dan ayat,
tafsir, ta’wil, dan sebagainya.
[4]Banyaknya
ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan AL-Qur’an menyebabkan banyak pula
ruang lingkup pembahasan Ulumul Qur’an. Bahkan menurut abu bakar Al-Arabi ilmu
ilmu Alqur’an itu mencapai 77.450. Jumlah itu semakin bertambah jika melihat
urutan kalimat di dalam Al-Qur’an serta hubungan diantara urutan itu. Jika
sissi itu yang dilihat, ruang lingkup pembahasan Ulumul Qur’an tidak dapat
dihitung (tak terhingga lagi).
B. Nama-Nama
Al-qur’an
1)
Al-Quran
[5]Alqur’an
artinya bacaan. Nama Al-qur’an Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Alisra’
ayat 9:
“Sesungguhnya Al Quran
ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar
gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka
ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’:9)
2) Al-Kitab
Alkitab
artinya Buku. Nama Al Kitab Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al Baqarah
ayat 2: “Inilah Al Kitab yang tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi
mereka yang bertaqwa.” (QS.
Al-Baqarah: 2)
3)
Ad-Dzikru
Adzikru
artinya pemberi peringatan. Nama Adzikru Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah
Al-hijr ayat 9:
“Sesungguhnya
Kami-lah yang menurunkan Adzikru, dan sesungguhnya Kami benar-benar
memeliharanya.” (QS. Al Hijr: 9)
4)
Al-Furqan
Alfurqan
artinya pembeda antara yang hak dan yang batil. Nama Alfurqan Allah sebutkan
dalam Al-qur’an surah Al-furqan ayat 1:
“Maha suci Allah
yang telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi
peringatan kepada seluruh alam.” (QS.
Al Furqaan:
5)
At-Tanzil
Attanzil
artinya yang diturunakan. Nama Attanzil Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah
Asysyuara’ ayat 192:
“Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar
diturunkan oleh Tuhan semesta alam” (QS.
Asysyuara’: 192)
6)
Al-Huda
Alhuda
artinya petunjuk. Nama Alhuda Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-jin ayat
13:
“ Dan sesungguhnya kami tatkala
mendengar petunjuk (Al-Qur'an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman
kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut
pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.” (QS. Al-Jin:13)
7) Al-Mau'idhah
Almau’idhah
artinya pelajaran atau nasihat. Nama
Al-mauidhaha Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah yunus ayat 57:
“ Hai manusia
sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi
penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi
orang-orang yang beriman”. (QS. Yunus 57)
8) Al-Hukm
Al
hukum artinya hukum atau peraturan. Nama Al hukum Allah sebutkan dalam
Al-qur’an surah Ar-ra’du ayat 37:
“ Dan demikianlah Kami telah menurunkan Al-Qur'an itu sebagai
peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa
nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung
dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” (QS. Ar Ra'du:37)
9) Al-Hikmah
Alhikmah
artinya kebijaksanaan. Nama Al hikmah Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah
Al-isra’ ayat 39:
“ Itulah sebagian
hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu,
Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang
menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi
dijauhkan (dari rahmat Allah).” (QS. Al Isra':39)
10) Asy-Syifa'
Asy
syifa’ artinya oabat atau penyembuh. namaAsysyifa’ Allah sebutkan dalam
Al-qur’an surah yunus ayat 57:
“ Hai manusia, sesungguhnya telah
datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit
(yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman.” (QS. Yunus :57)
11)
Al-Bayan (penerang)
Albayan
artinya penerang. Nama Al bayan Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Ali imran
ayat 138:
“Al-Qur'an ini adalah penerangan bagi seluruh
manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali
Imran:138)
12) An-Nur
An
nur artinya cahaya. Nama An nur Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Annisa’
ayat 174:
“Hai manusia,
sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad
dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang
benderang (Al-Qur'an)”. (QS. An- Nisa':174)
13) Ar-Rahmah
Ar
rahmah artinya karunia. Nama Arrahmah Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah
An-Namlu ayat 77:
“Dan
sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman.” (QS. An Namlu:77)
14) Al-Kalam
Al
kalam artinya ucapan atau firman. Nama Al kalam Allah sebutkan dalam Al-quran
surah At taubah ayat 6:
“Dan jika seorang di antara orang-orang
musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia
sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman
baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS.
At-Taubah:6)
15) Al-Busyra
Albusyra
artinya kabar gembira. Nama Al busyra Allah sebutkan dalam Alqur’an surah An
nahlu ayat 102:
“ Katakanlah Ruhul Qudus (Jibril)
menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati)
orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi
orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. An Nahlu:102)
16) Al-Balagh
Al-balagh
artinya penyampaian atau kabar. Nama Al balagh Allah sebutkan dalam Al-qur’an
surah Ibrahim ayat 52:
“(Al-Qur'an) ini adalah
kabar yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan
dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha
Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (QS. Ibrahim:52)
17) Ar-Ruh
Ar
ruh artinya Ruh. Nama Ar ruh Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Asy syura
ayat 52:
“Dan demikianlah Kami
wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami, Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al
Kitab (Al-Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami
menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami
kehendaki di antara hamba-hamba Kami, Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi
petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy Syuura:52)
18) Al-Qaul
Al
qaul artinya perkataan. Nama Al qaul Allah sebutkan dalam Alqur’an surah Al
qashash ayat 51:
“Dan sesungguhnya telah
Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur'an) kepada mereka agar
mereka mendapat pelajaran.” (QS. Al Qashash:51)
19) Al-Basha'ir
Al
bashair artinya pedoman. Nama Al bashair Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah
Al jasiyah ayat 20:
“Al-Qur'an ini adalah
pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.” (QS. Al
Jasiyah:20).
Itulah nama-nama Al-qur’an yang Allah
sebutkan didalam Al-qur’an. Nama-nama Al-qur’an tersebut memberikan bukti
kepada kita umat muslim, betapa agungnya kitab suci umat islam yaitu Al-qur’an
. barang siapa yang berpegang teguh kepada Al-qur’an maka orang tersebut tidak akan tersesat selama-lamanya.
C.
Proses turunnya AL-qur’an
a. Proses Turunnya Al-Qur’an
Al-Qur’an sebagai wahyu disampaikan
kepada nabi Muhammad SAW melalui proses yang disebut Anzil, yaitu proses
perwujudan Al-Qur’an dengan cara: Allah mengajarkan kepada malaikat Jibril,
kemudian jibril menyampaikannya kepada nabi Muhammad. Ada juga ulama’ yang
membedakan antara al-inzal dengan al-tanzil. Yang pertama berarti proses
turunnya Al-Qur’an ke lauhil mahfudz, sedangkan yang kedua berarti proses
penyampaian Al-Qur’an dari lauhil mahfudz kepada nabi Muhammad melalui malaikat
Jibri
Cara
turunya Alqur’an
- Dari Allah ke
lauhil mahfudz
- Dari lauh
mahfudz ke baitul Izzah
- Dari Baitul ‘Izzah kepada Nabi
Muhammad SAW
Jumhur ulama’ berpendapat bahwa
Al-Qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad selama kurang lebih 23 tahun,
Al-Qur’an mulai diturunkan ketika nabi Muhammad sedang berkhalwat seorang diri
di gua hiro’ pada malam senin tanggal 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran nabi,
bertepatan tanggal 16 Agustus 610 M.
b.
Aspek-aspek turunnya AL-qur’an
1. Turunnya Al-Qur’an sekaligus
Ibnu Abbas dan sejumlah ulama’, bahwa: yang dimaksud dengan turunnya
Al-Qur’an sekaligus ke Baitul Izzah di langit dunia untuk menunjukkan kepada
para Malaikat bahwa betapa besarnya masalah ini. Selanjutnya Al-Qur’an
diturunkan kepad nabi secara bertahap selama 23 Tahun sesuai dengan
peristiwa-peristiwa yang mengirinya, sejak beliau diutus hingga wafat
2. Turunnya Al-Qur’an secara bertahap
Al-Qur ‘an diturunkan secara
berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun, 13 tahun di
Mekah dan 10 tahun di Madinah.
Mengenai pendapat ayat yang pertama
turun ialah pendapat yang paling shahih mengenai yang pertama kali turun ialah
Q.S Al-‘Alaq ayat 1-5. Ayat Pertama ini diturunkan kepada Nabi Muhammad berada
di Gua Hira untuk beribadah beberapa malam.
Sedangkan mengenai ayat yang terakhir turun yaitu ada
dua pendapat Pertama, yang menyatakan bahwa ayat yang paling akhir
adalah surat Al-Maidah ayat 3. Kedua, pendapat yang menyatakan bahwa
ayat yang turun paling akhir adalah surat Al-Baqarah ayat 281.
C.
Tujuan
Mempelajari Ulumul Qur’an
[6]Tujuan
utama dari mempelajari ulumul Qur’an adalah untuk memahami Kalam Allah dalam
berbagai aspek pembahasannya, baik dari aspek turunnya, pengumpulan dan
penulisannya maupun dari aspek bacaan dan penafsirannya serta tidak ketinggalan
pula aspek kandungan itu sendiri.
Yang
jelas dengan memahami ulumul qur’an, maka akan lebih mudah memahami pesan-pesan
Al-que’an yang diturunkan allah kepada Nabi Muhammad saw.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kata
“ ulumul” merupakan bentuk jamak dari kata “ilmu”. Ilmu yang dimaksud ddi sini,
sebagaimana didefinisikan Abu Syahbah adalah sejumlah materi pembahasan yang
dibatasi kesatuan tema atau tujuan,
sedangkan Al-Quran, sebagaimana didefinisikan ulama ushul, ulama fiqih, dan
ulama bahasa, adalah “kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi –Nya. Tujuan
utama dari mempelajari ulumul Qur’an adalah untuk memahami Kalam Allah dalam
berbagai aspek pembahasannya.
DAFTAR PUSTAKA
Pof.
Dr. Rodihon anwar,M.Ag Ulumul Qur’an
(Bandung: pustaka setia, 2000)
Drs.
Abu Anwar, M.Ag, Ulumul qur’an(Pekanbaru:
2002)
Dr.
Rodihon anwar,M.Ag Ulumul Qur’an
(Bandung: pustaka setia, 2000)
T.M.
Hasbi Ash-Shidieqi, Sejarah dan pengantar
Ilmu Al-Qur’an/ Tafsir, (Jakarta: Bulan Bintang, 1980)
[1] T.M. Hasbi Ash-Shidieqi, Sejarah dan pengantar Ilmu Al-Qur’an/
Tafsir, (Jakarta: Bulan Bintang, 1980), Cet. VII, H. 112
[2] Prof.
Dr.Rosihon Anwar, M.Ag, Ulum AL-Qur’an
(Bandung: pustaka setia, 2007), hlm.11-13
[3] ibid hlm.13
[4] Dr.
Rodihon anwar,M.Ag Ulumul Qur’an
(Bandung: pustaka setia, 2000), hlm.14-15
[5] Op cit.3
[6] Drs. Abu
Anwar, M.Ag, Ulumul qur’an(Pekanbaru:
2002), hlm.12