Sabtu, 02 September 2017

Pengertian, nama-nama Al-Qur’an dan proses turunnya Al-Qur’an 2 (perbaikan)


BAB I
A.    PENDAHULUAN

Latar Belakang
Secara umum, Ulumul Qur’an merupakan salah satu dari ilmu kajian dalam agama islam yang harusnya wajib diketahui oleh seorang muslim. Untuk itu, penulis merasa perlu menuliskannya pada makalah ini untuk menambah pengetahuan kita dan untuk memenuhi mata kuliah kami yaitu Ulumul Qur’an  di IAIN Padangsidimpuan pada jurusan Bimbingan dan Konseling Islam.

Rumusan Masalah
Makalah ini akan membahas mengenai pengertian Ulumul qur’an, nama-nama Al-Qur’an, serta proses turunnya Al-Qur’an yang mana di dalamnya dijabarkan secara umum.
    
Tujuan Penulisan
Dari penulisan makalah ini diharapkan kepada kita agar dapat memahami mengenai “Ulumul Qur’an“. Pengetahuan tentang judul yang telah disebutkan tadi diharapkan dapat menjadi lebih mudah untuk dipahami setelah makalah ini diselesaikan.

















Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Kitab terakhir ini merupakan sumber utama ajaran Islam dan pedoman hidup bagi setiap Muslim. Al-Qur’an bukan sekedar memuat petunjuk tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya ( Hablum min Allah wa hablum min an-nas), serta manusia dengan alam sekitarnya. Untuk memahami ajaran Islam secara sempurna (kaffah), diperlukan pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari secara sungguh-sungguh dan konsisten.
 Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar nabi Muhammad SAW. Diturunkan dalam bahasa Arab, baik lafal maupun uslub-nya. Suatu bahasa yang kaya kosa kata dan sarat makna. Kendati Al-Qur’an berbahasa Arab, tidak berarti semua orang Arab atau orang yang mahir dalam bahasa Arab, dapat memahami Al-Qur’an secara rinci. Al-Qur’an adalah kitab yang agung, memiliki nilai sastra yang tinggi. Meskipun diturunkan kepada bangsa Arab yang lima belas abad lalu terkenal dengan jiwa yang kasar. Al-Qur’an mampu meruntuhkan dominasi sya’ir-sya’ir sastrawan Arab, hingga tidak berdaya dihadapan Al-Qur’an.
Kitab suci Al-Qur’an sebagai pedoman umat Islam harus dipahami dengan benar. Hasbi Ash-Shidieqi menyatakan untuk dapat memahami Al-Qur’an dengan sempurna, bahkan untuk menterjemahkannya sekalipun, diperlukan sejumlah ilmu pengetahuan, yang disebut Ulumul Qur”an.[1]











BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Ulumul Alquran
            Perkataan Ulumul alquran berasal dari bahasa Arab, kata majemuk yang tersusun dari dari kata, Yaitu ‘ulum’ (bentuk jamak dari kata ‘ilm) dan kata Alquran. Untuk memahami kedua istilah tersebut, penulis akan menjelaskan berikut ini.
1. Pengertian Kata ‘Ulum
            Kata ‘ulum secara etimologis, merupakan bentuk mashhdar (infinitif) dari kata ‘alima-ya’lamu, bersinonim dengan paham (al-fahm), pengetahuan (al-ma’rifah) dan yakin (al-yaqin). [2] .  Kata ilmu sendiri, menurut sebagian pendapat merupakan isim jinis yang berarti pengetahuan. Selanjutnya, pengertian ilmu tersebut berkembang dalam berbagai istilah yang digunakan sebagai nama, di antaranya, bagi pengetahuan tentang Alquran ini.
Dalam pada itu, beberapa ahli memberikan defenisi yang beranekaragam tentang ilmu ini. Ahli filsafat, misalnya, mengatakan bahwa ilmu adalah suatu gambaran tentang sesuatu yang terdapat dalam akal. Menurut ahli kalam ilmu merupakan sifat yang dengan sifat itu pemiliknya mampu membedakan satu makalah dengan masalah lainnya sehingga setiap masalah itu menjadi jelas. [3] Dalam Istilah Syara’ ilmu berarti ma’rifah kepada Allah, terhadap ayat-ayay (tanda-tanda kekuasaan)-Nya terhadap perbuatanya-Nya, pada hamba dan mahkluk-Nya.[4]
 Sedangkan Menurut Ulama Tadwin ilmu diartikan sebagai pengetahuan-pengetahuan (al-ma’lumat) yang terhimpun dalam sebuah disiplin (ilmu) baik pengetahuan-pengetahuan dalam kesatuan judul maupun dalam satu kesatuan tujuan. Masalah masalah nahwu (Syantaki) misalnya, disebut ilmu nahwu : misalnya masalah fiqh disebut ilmu fiqh; dan sebagainya. Imam al-Sya’bi sebagai dikutip Abdul Jalal, mengatakan bahwa ilmu telah dibukukan merupakan gambaran sesuatu atau kata-kata tunggal yang maknanya digambarkan oleh akal pikiran yang terhimpun dalam satu dsiblin ilmu pengetahuan.[5]
Dari batasan batasan di atas, ilmu yang dimaksud dalam tulisan ini adalah pengertian ilmu yang dikemukakan terakhir, yakni pengetahuan sistematika yang telah dirumuskan dalam satu disiplin (pengetahuan) Kesimpulan ini senada dengan pemahaman sebagian para filosut yang merumuskan tentang ilmu ini, yakni suatu kumpulan yang sitematika dari pengetahuan (any sistematic body of knowledge).


2. Pengertian Kata Alquran
                Kata Alquran, secara etimologis, merupakan bentuk mashdar dari kata kerja (Fiil) qara’a-yaqrau, sinonim dengan kata qiroah, berarti bacaan. Pengertian seperti ini dapat dijumpai dalam QS.Al-Qiyamah ayat 17-18.
اِنَّ عَلَيْـنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ فَاِذَا قَارَأْنَهُ فَاتَبِعْ قُرْآنَهُ - ااصيا به  
" Sesungguhnya kamilah yang menggumpulkannya dari kamilah yang menggumpulkannya dan kami pula yang membacanya. Jika kami telah membacakannya, maka ikutlah bacaanya itu.
Namun para ulama berbeda pendapat mengenai asal usul kata Al-quran tersebut. Sedikitnya, ada lima pendapat ulama yang menjelaskan pengertian Al-quran menurut bahasa ini.[6]
 Pertama, menurut al-Zujaj (w.311 H). Kata quran (قران) merupakan isim sifat dari kata (al-qar’u) yang berarti kumpulan atau mengumpulkan. Sebagimana dinyatakan dalam QS.al-Nahl ayat 89 berikut ini.
وَنَزَّلَـْنَا عَلَيْكَ ا كِتَبَ تِبْيَانًالِكُلِّ شَبْىءٍ - ا لىل
“Dan Kami nuzulkan kepada mu al-kitap (alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu.”
Menurut pendapat ini, kata Alquran termasuk isim mahmuz yang hamzahnya asli sedangkan nunnya zaidah (penambah).
Kedua, menurut al-farra (w.207 H) kata Alquraan merupakan ism al-musytaq (kata jadian) yang berpola fu’lan di adopsi dari kata kata alqurain (bentuk jamak dari kata al-qarinah)
Ketiga, Menurut al Syafii ( w.204 H) kata Alquraan termasuk ism al murtajal  bukan ism al musytaq, yaitu isim yang sejak diciptakannya sudah berupa ism alam (nama), yakni nama dari kitab allah yang dinuzulkan kepada Nabi Muhammad dan selalu di sertai dengan al ().
Keempat, menurut Abu Musa al-‘Asy’ari (w.324 H) lafal Alquran termasuk isim musytaq yang berpola fu’lan.
Kelima, menurut al-Lihyani (w.355 H) dan mayoritas ulama (jumhur) kata Alquran merupakan bentuk mashdar dari kata qara’a, bersinonim dengan qiraah, berpola kepada fu’lan, sebagai kata ghufran dan kata syukran.
Dari kelima pendapat di atas, pendapat terakhir dianggap pendapat yg relevan dan memenuhi standar-standar (kaidah-kaidah) bahasa dan standar-standar isytiqaq. Menurut Pendapat ini, alquran merupakan bentuk mashadar dengan pengertian ism-al-maf’ul (obyek penderita) yakni yang dibaca dan dijadikan nama bagi kalam Allah yang mu’jiz, di nuzulkan kepada nabi Muhammad.

B. Ruang lingkup Pembahasan ulum Alquran.
            Sebagai telah dijelaskan bahwa Ulum Alquran memiliki cakupan ilmu yang sangat luas, baik yang berhubungan dengan ilmu agama maupun ilmu bahasa. Di samping itu, ada beberapa ilmu yang termasuk dalam kategori Ulum Alquran, seperti IIlm Gharib Alquran, IImu Munasabah Alquran, Ilmu Aqsam Alquran, Ilmu Amtsal Alquran, Ilmu Jadl Alquran dan lain-lain. Bahkan, al-Suyuthiy memperluas ruang lingkup kajian Alquran sehingga memasuki memasukkan ilmu Astronomi, Ilmu Farmasi, Ilmu Biologi dan sebagainya sebagai bagian dari Ulum Alquran.[7] Dalam pada itu, al-Suyuthiy pun mendasarkan pendapatnya itu pada fungsi Alquran sendiri sebagai penunjuk. Petunjuk alquran tidak terbatas untuk kehidupan akhirat saja, akan tetapi petunjuk untuk kehidupan dunia dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, para mufassir dan para pemikir muslim merasa perlu memasukkan ilmu-ilmu  yang dianggap skuler, seperti kosmologi, astronomi, botani, kedokteran, dan sebagainya dalam menafsirkan Alquran.[8] Dengan demikian, Ulum Alquran mencakup pembahasan yang cukup luas, tidak hanya terbatas pada ilmu bahasa dan ilmu agama saja, tetapi juga ilmu-ilmu lain, seperti astronomi, sosiologi dan sebagainya.

C. Nama-Nama Al-qur’an
1)  Al-Quran
[9]Alqur’an artinya bacaan. Nama Al-qur’an Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Alisra’ ayat  9:
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’:9)
2) Al-Kitab                                                       
Alkitab artinya Buku. Nama Al Kitab Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al Baqarah ayat 2: “Inilah Al Kitab yang tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)



3) Ad-Dzikru
Adzikru artinya pemberi peringatan. Nama Adzikru Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-hijr ayat 9:
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adzikru, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al Hijr: 9)
4) Al-Furqan
Alfurqan artinya pembeda antara yang hak dan yang batil. Nama Alfurqan Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-furqan ayat 1:
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al Furqaan: 1
5) At-Tanzil
Attanzil artinya yang diturunakan. Nama Attanzil Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Asysyuara’ ayat 192:
 Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam” (QS. Asysyuara’: 192)
6)  Al-Huda
Alhuda artinya petunjuk. Nama Alhuda Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-jin ayat 13:
“ Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur'an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.” (QS. Al-Jin:13)
7) Al-Mau'idhah
Almau’idhah artinya  pelajaran atau nasihat. Nama Al-mauidhaha Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah yunus ayat 57:
“ Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Yunus 57)
 8) Al-Hukm
Al hukum artinya hukum atau peraturan. Nama Al hukum Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Ar-ra’du ayat 37:
“ Dan demikianlah  Kami telah menurunkan Al-Qur'an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” (QS. Ar Ra'du:37)
9) Al-Hikmah
Alhikmah artinya kebijaksanaan. Nama Al hikmah Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-isra’ ayat 39:
“ Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu,  Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).” (QS. Al Isra':39)
 10) Asy-Syifa'
Asy syifa’ artinya oabat atau penyembuh. namaAsysyifa’ Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah yunus ayat 57:
“ Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus :57)
 11) Al-Bayan (penerang)
Albayan artinya penerang. Nama Al bayan Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Ali imran ayat 138:
 “Al-Qur'an ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imran:138)


12) An-Nur
An nur artinya cahaya. Nama An nur Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Annisa’ ayat 174:
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur'an)”. (QS. An- Nisa':174)
13) Ar-Rahmah
Ar rahmah artinya karunia. Nama Arrahmah Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah An-Namlu ayat 77:
“Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. An Namlu:77)
14) Al-Kalam
Al kalam artinya ucapan atau firman. Nama Al kalam Allah sebutkan dalam Al-quran surah At taubah ayat 6:
            “Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS. At-Taubah:6)
15) Al-Busyra
Albusyra artinya kabar gembira. Nama Al busyra Allah sebutkan dalam Alqur’an surah An nahlu ayat 102:
“ Katakanlah Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. An Nahlu:102)



16) Al-Balagh
Al-balagh artinya penyampaian atau kabar. Nama Al balagh Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Ibrahim ayat 52:
“(Al-Qur'an) ini adalah kabar yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (QS. Ibrahim:52)
17) Ar-Ruh
Ar ruh artinya Ruh. Nama Ar ruh Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Asy syura ayat 52:
“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami,  Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami, Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy Syuura:52)
18) Al-Qaul
Al qaul artinya perkataan. Nama Al qaul Allah sebutkan dalam Alqur’an surah Al qashash ayat 51:
“Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur'an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran.” (QS. Al Qashash:51)
19) Al-Basha'ir
Al bashair artinya pedoman. Nama Al bashair Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al jasiyah ayat 20:
“Al-Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.” (QS. Al Jasiyah:20).
    
  Itulah nama-nama Al-qur’an yang Allah sebutkan didalam Al-qur’an. Nama-nama Al-qur’an tersebut memberikan bukti kepada kita umat muslim, betapa agungnya kitab suci umat islam yaitu Al-qur’an . barang siapa yang berpegang teguh kepada Al-qur’an maka orang tersebut  tidak akan tersesat selama-lamanya.

D. Proses turunnya AL-qur’an
   a. Proses Turunnya Al-Qur’an
Al-Qur’an sebagai wahyu disampaikan kepada nabi Muhammad SAW melalui proses yang disebut Anzil, yaitu proses perwujudan Al-Qur’an dengan cara: Allah mengajarkan kepada malaikat Jibril, kemudian jibril menyampaikannya kepada nabi Muhammad. Ada juga ulama’ yang membedakan antara al-inzal dengan al-tanzil. Yang pertama berarti proses turunnya Al-Qur’an ke lauhil mahfudz, sedangkan yang kedua berarti proses penyampaian Al-Qur’an dari lauhil mahfudz kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibri
            Cara turunya Alqur’an
-  Dari Allah ke lauhil mahfudz
-  Dari lauh mahfudz ke baitul Izzah
-  Dari Baitul ‘Izzah kepada Nabi Muhammad SAW
Jumhur ulama’ berpendapat bahwa Al-Qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad selama kurang lebih 23 tahun, Al-Qur’an mulai diturunkan ketika nabi Muhammad sedang berkhalwat seorang diri di gua hiro’ pada malam senin tanggal 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran nabi, bertepatan tanggal 16 Agustus 610 M.



DAFTAR PUSTAKA
Pof. Dr. Rodihon anwar,M.Ag Ulumul Qur’an (Bandung: pustaka setia, 2000)
Drs. Abu Anwar, M.Ag, Ulumul qur’an(Pekanbaru: 2002)
T.M. Hasbi Ash-Shidieqi, Sejarah dan pengantar Ilmu Al-Qur’an/ Tafsir, (Jakarta: Bulan Bintang, 1980)
Dr Supiana, M.Ag,- M. Karman, M.Ag.  Pengantar Dr.H.Arif Muhammad, M.A (2 Desember 1964-1974)


[1] T.M. Hasbi Ash-Shidieqi, Sejarah dan pengantar Ilmu Al-Qur’an/ Tafsir, (Jakarta: Bulan Bintang, 1980), Cet. VII, H. 112
[2] Lihat, Muhammad bin muhammad Abu Syuhba, al-madkhal li dirasah Alquran al-karim (Cet. Ke 1; kairo: Maktabah al-Sunnah, 1992) hlm 18. Lihat juga Muhammad bakr islam’il dirasat ulum alquran (Cet. Ke-1 kairo: Dar al-Manar, 1991), hlm.9.
[3] Abu Syuhbah, ibid. Lihat dalam catatan kaki.
   3Muhammad Bakr Isma’il loc,cit
[4] Ibid.
[5] Abdul jalal Ulumul Alquran (Cet ke surabaya Dunia ilmu 1998), hlm 3.
[6] Muhammad bin Muhammad Abu Syuhbah, ibid,.hlm 19
[7] Al-Zarqaniiy, hlm. 23.
[8] Muhammad Husein al-Dzahabiy, al-Tafsir wa al-Mufassirun hlm. 26.
[9] Op cit.3

19 komentar:

  1. Cobah anda jelaskan bagaimana turunnya alquran

    BalasHapus
  2. Cobah anda jelaskan bagaimana turunnya alquran

    BalasHapus
  3. Coba anda jelaskan apa yang dimaksud dengan ilmu gharib al qur’an dan ilmu aqsam al qur’an

    BalasHapus
  4. Coba anda jelaskan apa perbedaan al-inzal dengan al-tanzil?

    BalasHapus
  5. Coba anda jelaskan apa perbedaan al-inzal dengan al-tanzil?

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Apakah kesimpulan yg anda dapatkan dari makalah anda tersebut..
    Terimakasih

    BalasHapus
  8. Coba anda jelaskan apa itu yang dibebut dengan mashdar?

    BalasHapus
  9. Coba anda jelaskan apa itu yang dibebut dengan mashdar?

    BalasHapus
  10. Pada zaman modren sekarang , apakah ilmu pada ulumul qur'an tersebut dapat menjadi tinjauan struktur bagi kehidupan sehari-hari, sedangkan pada zaman sekarang tradisi orang barat sudah mendarah daging bagi sebagian org, coba anda jelaskan dengan paham yg lebih mudah di mengerti..
    Terimakasih

    BalasHapus
  11. mengapa al qur'an itu diturunkan dengan nama-nama yang berbeda,apakah dengan nama yang berbeda tujuannya juga berbeda?

    BalasHapus
  12. Sebutkan 3 cara Allah menyampaikan ayat Al-qur'an kepada nabi muhammad!

    BalasHapus
  13. Dimakalah saudara,saudara tuliskana bahwa Al-furqan artinya pembeda antra hak dan yang batil.
    Pertanyaan saya adalah apa yang dimaksut dengan kata "batil" coba saudara jelaskan?
    Terimahkasih

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. Sebutkan ayat alqu'an mengenai turunnya wahyu ?

    BalasHapus
  16. Sebutkan ayat alqu'an mengenai turunnya wahyu ?

    BalasHapus
  17. Al furqan artianya pembeda antara yang hak dan batil . Bisakah anda jelaskan secara detail maksudnya ?

    BalasHapus